LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN
DI
KPSP SETIA KAWAN TUTUR
TAHUN PELAJARAN
2015/2016
PERIODE
1 : 21 DESEMBER s.d. 30 DESEMBER 2015
Diajukan
sebagai salah satu tugas akhir dalam pelaksanaan
Praktik
Kerja Lapangan

DI SUSUN OLEH :
RELANGGA TRI RAMADHANSYAH
NIS
: 1526
KELAS/PROGRAM : XII/IPA2
LEMBAGA PENDIDIKAN
MA’ARIF
SMA
ISLAM YAKIN TUTUR
JANUARI 2016
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN
PRAKTIK KERJA LAPANGAN
DI
KPSP SETIA KAWAN TUTUR
TAHUN PELAJARAN
2015/2016
PERIODE 1 : 21 DESEMBER
s.d. 30 DESEMBER 2015
DI
SUSUN OLEH :
RELANGGA TRI RAMADHANSYAH
NIS
: 1526
KELAS/PROGRAM
: XII IPA 2
Tutur,
2 Januari 2016
Disetujui
oleh,
Pembimbing
sekolah,
Pembimbing DU/DI,
WAHYU MAMI
RODAD
Tutur,
2 Januari 2016
Mengetahui
Kepala
SMAI Yakin Tutur
A.AZMI
ABBAS DJAZULI, S.Pd
KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Allah SWT,
yang telah melimpahkan anugerah dan perkenan-Nya, sehingga kami dapat
menyelesaikan Laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) untuk memenuhi syarat
kelulusan sekolah.
Dengan selesainya Laporan Praktek Lapangan ini, kami mengucapkan banyak terima
kasih kepada Allah SWT, kepada A.AZMI ABBAS DJAZULI, S.Pd selaku kepala
sekolah SMA ISLAM YAKIN TUTUR NONGKOJAJAR kepada seluruh guru maupun staf TU yang telah memberikan ilmu kepada kami, kedua
orang tua yang telah memberikan dorongan dan motivasi kepada kami, kepada bapak
SUTO WIJOYO yang mengizinkan penulis untuk dapat melakukan Praktek Kerja
Lapangan di TPK GENDRO 1.
Kepada ibu KRISTIN DWI K selaku pembimbing sekolah
yang telah membantu penyusun dan selalu memberikan penyusun dukungan. Kepada
semua petugas TPK yang telah memberikan bimbingan bimbingan dan petunjuk kepada
kami berupa keterangan-keterangan yang berguna dan bermanfaat dalam penyusunan
laporan ini.
Saya menyadari bahwa laporan yang saya
buat, jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan kritik
dan saran untuk perbaikan penyusunan laporan selanjutnya agar laporan yang saya
buat menjadi lebih baik.
Saya berharap laporan ini menjadi referensi bagi siapa
saja yang membacanya.
Akhir kata saya ucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah berusaha
membantu saya dalam penyusunan laporan ini dan saya berharap semoga laporan ini
dapat bermanfaat khususnya bagi saya juga umumnya untuk kita semua. Semoga
bimbingan dan kebaikan yang telah diberikan kepada saya selaku penulis akan
dapat ridho Allah SWT. Amin
Nongkojajar,
2 Januari 2016
Relangga
Tri. R
DAFTAR ISI
1.1. Latar Belakang Praktik Kerja Lapangan
Setiap siswa
di anjurkan mempunyai suatu keahlian dan siap kerja. Oleh karena itu diadakan
suatu program Praktik Kerja Lapangan yaitu dengan melaksanakan Praktik Kerja
Lapangan agar setiap siswa mempunyai pengalaman dalam dunia usaha sebelum
memasuki dunia usaha tersebut secara nyata setelah lulus sekolah.
Sesuai
dengan hasil pengamatan dan penelitian belum secara tegas dapat menghasilkan
tamatan sebagaimana yang diharapkan. Hal tersebut dapat dilihat dari kondisi
pembelajaran yang belum kondusif untuk menghasilkan tenaga kerja yang
professional, karena keahlian professional seseorang tidak semata-mata diukur
oleh penguasaan unsur pengetahuan dan teknik bekerja, tetapi harus dilengkapi
dengan penguasaan kiat bekerja yang baik. Ada dua pihak yaitu lembaga pendidikan
dan lapangan kerja (industri/perusahaan atau instansi tertentu) yang secara
bersama-sama menyelenggarakan suatu program Praktik Kerja Lapangan. Dengan
demikian kedua belah pihak seharusnya terlibat dan bertangguang jawab mulai
dari tahap perencanaan program, tahap penyelenggaraan, sampai penilaian dan
penentuan kelulusan siswa.
1.2. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Praktik Kerja Lapangan ini di lakukan mulai tanggal 21-30 Desember 2015
dan dilakukan pada pagi mulai pukul 04.30-06.00 serta pada sore hari mulai
pukul 14.30-16.00 yang dilakukan di TPK GENDRO 1 yang bertempat di desa Gendro.
1.3. Tujuan Pelaksanaan PKL
a. Mengembangkan pengetahuan,
sikap dan kemampuan serta menambah wawasan siswa.
b. Melatih kerja dan pengamatan teknik-teknik
yang diterapkan di tempat Peraktek Kerja.
c. Untuk mencari pengalaman.
d. Untuk menambah bekal hidup di
masa depan.
1.4. Manfaat PKL
Dengan adanya Praktik Kerja
Lapangan (PKL), ilmu yang diperoleh dari PKL berguna untuk bekal hidup di masa
depan (siap bekerja) , dan siswa juga mendapatkan wawasan di perusahaan.
BAB II GAMBARAN UMUM KPSP
2.1. Sejarah KPSP Setia Kawan
Koperasi Setia Kawan Nongkojajar yang terletak di
Jl.Raya Nongkojajar 38 Pasuruan dengan letak kantor yang berkedudukan di Desa
Wonosari KecamatanTutur Nongkojajar terletak di lereng sebelah barat pegunungan
Tengger, dengan ketinggian antara
400-2000 m diatas permukaan laut dengan
curah hujan rata-rata 3.600 mm per tahun
dan suhu 16 C-25 C. Dengan luas wilayah
94 km dan jumlah penduduk 51.827 jiwa dengan mata pencaharian : Petani 95%,
Pegawai Negeri dan ABRI 2% dan pedagang 2,5%.Hasil pertanian dari mayoritas
penduduk terdiri dari sayur mayor (kubis, wortel, kacang-kacangan, bawangputih),
buah buahan (apel,jeruk,durian,mangga) bunga krisan paprika dan susu. Sedangkan
air susu sapi segar sebagai komoditi yang dihasilkan dari usaha sapi perah
Perkembangan koperasi di Nongkojajar tidak bisa dipisahkan dengan peternakan
sapi perah yang telah ada sejaktahun 1911 yang dilakukan oleh orang-orang
belanda yang berdomisili di Nongkojajar. Semua tujuan pemeliharaan sapi perah
ini untuk mencukupi kebutuhan susu segar bagi orang Belanda, namun lama
kelamaan penduduk Nongkojajar sangattertarik untuk berternak sapi perah dengan
tujuan :
1.Penghasil pupuk yang sangat diperlukan dalam tanaman sayur-mayur
2.Sebagai simpanan dan diharap memperoleh keuntungan52 Sedangkan pemasaran
produksi susu dirintis sejak tahun 1959 pemasarannya hanya terbatas pada kota
terdekat yaitu Lawang dan Malang. Karena sifat susu yang mudah rusak, maka
peternak sapi perah mengalami kesulitan, apalagi peternak sapi perah di
Nongkojajar umumnya merupakan pengusaha mixfarmig sehingga tidakmungkin
memasarkan sendiri-sendiri. Oleh karena itu di awal tahun1960 para peternak
bergabung dan membentuk wadah bersama yaitu Koperasi. Pada tahun
1964terbentuklah Koperasi Karya yang berkantor di Desa Wonosari. Pada saat itu
peternak diperkirakan berjumlah 50–60 orang.Pada tahun 1964 berdiri Koperasi
Berdikari,kedua koperasi sama-sama menampung dan memasarkan susu sapi. Tahun
1966 kedua Koperasi tersebut digabung dan mulai dirintis dan pada bulan
Juli 1967 Koperasi Karya dan Koperasi Berdikari bergabung menjadi Pusat
Koperasi Lembu Perah (PKLP) Setia Kawan yang berkedudukan di Wonosari. Berikut
Koperasi Primer yang menjadi Anggota:
1.Koperasi Trisnojoyo di Desa Wonosari
2.Koperasi Tirtirahayu di Desa Pungging
3.Koperasi Mardi Santosodi Desa Andonosari
4.Koperasi Karunia di Desa Tutur
5.Koperasi Ngudiharjo di Desa Kayukebek
6.Koperasi Mardi Rukun di Desa Gendro
7.Koperasi Sido Rukun di Desa Tlogosari
8.Koperasi Mardi Tresno di Desa Blarang 53
Pada tanggal 17 Desember 1977 terjadi penyederhanaan struktur organisasi
yaitu
atas kesepakatan pengurus Pusat Koperasi Lembu Perah Setia Kawan dengan
pengurus primer anggota yang ada di desa-desa untuk mengadakanamalgamasi
(pengggabungan)antara delapankoperasi primer menjadi satu dengan nama Koperasi
Peternakan Sapi Perah Setia Kawan. Bertitik tolak dari pengalaman sulitnya
pemasaran susu segar, pengurus dengan semua perangkatnya selalu berupaya
mencari dan meningkatkan pemasaran.Hingga pada 16 Mei 1979 Koperasi Setia Kawan
mulai bekerja sama denganPT.NESTLE dalam pemasaran susu segar dengan pengiriman
pertama sejumlah 349liter.Dalam perkembangannya, saat ini Koperasi dapat
memasarkan produksi sususapi50.000-60.000 liter/hari. Selain koperasi Setia
Kawan Nongkojajar juga telah terbentuk Koperasi Unit Desa yang bergerak
disektor pertanian dengan nama KUDTani Makmur Nongkojajar pada tanggal 17
agustus 1987 memutuskan untukbergabung kedalam koperasi Setia Kawan dengan cara
merger.Untuk memperluas usaha mereka pada tanggal 21 februari 1990 Koperasi Setia Kawan merubah
status menjadi KUD Setia Kawan.
Akte perubahan di sahkan oleh Departemen Koperasi dengan badan Hukum
Nomor:4077A/BH/II/1978. Kemudian pada tanggal 18 Juli 1998 KUD Setia Kawan
mengadakan perubahan mendasar sesuai dengan basic usaha anggota yaitu usaha
sapi perah, maka KUD Setia Kawan berubah menjadi Koperasi Peternakan Sapi Perah
(KPSP) Setia Kawan. Atas perubahan tersebut, Badan Hukum Koperasi Setia Kawan
menjadi berubah yang di sahkan oleh Departemen Koperasidengan Nomor :
4077B/BH/1978 pada tanggal 24 maret 2003.untuk pengembangan54usaha dan
memperluas jaringan pasar produksi susu, pada tahun 2003 KPSP Setia Kawan
Nongkojajar bekerjasama dengan beberapa koperasi di JawaTimur mendirikan pabrik
pengelolaan susu siap saji dalam bentuk UHT dengan nama PKIS Sekar Tanjung yang
berlokasi di Purwosari Pasuruan.
2.2. Visi dan Misi KPSP Setia Kawan
v Visi
1) Melalui usaha peternakan sapi perah berupaya meningkatkan kesejahteraan
anggota dan berpartisipasi dalam
pembangunan ekonomi kerakyatan
2) Menjadi badan usaha koperasi yang kredible bagi anggota dan masyarakat
serta siap menghadapi tantangan
lingkungan ekonomi global yang
mengedepankan ekonomi kerakyatan
dan mendukung kelestarian lingkungan.
v Misi
1) Menampung semua produksi susu segar dari anggota
2) Memasarkan susu sapi anggota kepada industry pengelola susu (IPS) yang
telah menjadi mitra kerja
3) Meningkatkan kualitas produk, deverifikasi produk, daya saing, serta
membuka jaringan pemasaran baik
domestic maupun asing
4) Memberikan dan meningkatkan pendapatan anggota peternak
2.3. Struktur Organisasi KPSP Setia Kawan

2.4. Kegiatan Usaha yang ditangani KPSP Setia Kawan
v Divisi Susu Segar
·
Sub. Pelayanan
ternak
·
Sub. Pelayanan Keswan & IB
·
Sub. Peternakan Setia Kawan
·
Sub. Jasa Kendaraan
·
Sub. Perl. Umum
·
Swalayan
·
Sapronak
·
Produk Olahan
v Divisi
Simpan Pinjam
·
Kredit uang tunai
·
Kredit barang
·
Kredit plesterisasi kandang
·
Kredit milk can & ember perah
·
Kredit Pengadaan Reaktor Biogas
BAB III LAPORAN KEGIATAN
3.1. Deskripsi Kegiatan PKL
a. Pos Penampungan / TPK
a.1. Pengertian Susu
Susu adalah cairan bergizi berwarna putih yang
dihasilkan oleh kelenjar susu mamalia betina. Susu adalah
sumber gizi utama bagi bayi sebelum mereka dapat mencerna makanan padat. Susu
binatang (biasanya sapi) juga diolah menjadi berbagai produk seperti mentega,
yogurt, es krim, keju, susu kental manis, susu bubuk dan lain-lainnya untuk
konsumsi manusia.
Susu merupakan minuman bergizi tinggi yang dihasilkan ternak perah
menyusui, seperti sapi perah, kambing
perah, atau bahkan kerbau perah. Susu sangat mudah rusak dan tidak tahan
lama di simpan kecuali telah mengalami perlakuan khusus. Susu segar yang
dibiarkan di kandang selama beberapa waktu, maka lemak susu akan menggumpal di
permukaan berupa krim susu, kemudian bakteri perusak susu yang bertebaran di
udara kandang, yang berasal dari sapi masuk ke dalam susu dan berkembang biak
dengan cepat. Oleh bakteri, gula susu di ubah menjadi asam yang mengakibatkan
susu berubah rasa menjadi asam. Lama
kelamaan susu yang demikian itu sudah rusak. Kombinasi oleh bakteri pada susu
dapat berasal dari sapi, udara, lingkungan, manusia yang bertugas, atau peralatan
yang digunakan.
a.2. Pengertian Koperasi
Koperasi adalah suatu
badan usaha yang berbadan hukum dan berlandaskan berdasarkan asas kekeluargaan
dan juga asas demokrasi ekonomi serta terdiri dari beberapa anggota didalamnya.
Koperasi merupakan salah satu kegiatan organisasi ekonomi yang bekerja dalam
bidang gerakan potensi sumber daya yang memiliki tujuan untuk mensejahterakan
anggotanya. Sumber daya ekonomi yang aada dalam koperasi terbatas sehingga
lebih mengutamakan kesejahteraan dan kemajuan anggotanya terlebih dahulu. Agar
suatu koperasi bisa berjalan lancar, koperasi harus bisa bekerja secara efisien
dan mengikuti adanya prinsip dan kaidah ekonomi yang ada.
a.3. Hubungan Antara koperasi Dan Peternak/ Produsen Susu
fungsi
koperasi memiliki hubungan positif yang sangat nyata dengan keberdayaan
peternak sapi perah. Hal ini berarti semakin fungsi-fungsi
koperasi berjalan dengan baik,maka
keberdayaan peternak semakin membaik pula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
fungsi-fungsi koperasi tergolong masih rendah sehingga cenderung
tingkat keberdayaan peternak sapi perahpun menjadi tergolong rendah pula.
Dilihat dari nilai koefisien korelasi rank Spearman antara indikator
fungsi-fungsi koperasi, yang mencakupfungsi pengembangan keanggotaan, fungsi
pengembangan kelompok, fungsi pengembangan kerjasama, fungsipengembangan
partisipasi menunjukkan adanya hubungan positif yang nyata dan sangat nyata.
Fungsi pengembangan keanggotaan
memiliki hubungan positif yang sangat nyata dengan keberdayaan peternak sapi
perah .Fungsi ini merupakan fungsi koperasi di dalam mendorong peningkatan
kualitas sumberdaya anggota. Pelaksanaan fungsi ini oleh koperasi masih rendah,
karena sebagian besar koperasi belum menerapkan sistem seleksi yang baik di
dalam menjaringanggotanya, disamping pelaksanaan pemberian informasi dan
penyuluhan yang kurang memadai. Dengan hal-hal tersebut, menjadi salah satu
penyebab dari rendahnya keberdayaan peternak sapi perah.
Fungsi pengembangan kelompok
memiliki hubunganpositifyang sangat nyata dengan keberdayaan peternak sapi
perah . Fungsi ini mencakup upaya koperasi di dalam mendorong kelompok agar
memiliki kemandirian. Pelaksanaan fungsi koperasi di dalam pengembangan
kelompok peternak masih rendah, karena selama ini umumnya koperasi belum
memberi dukungan yang memadai di dalam rangka: munculnya kepemimpinan ketua
kelompok yang efektif, ketertiban administrasi dan tersedianya fasilitas
kelompok maupun di dalam mendorong keberadaan kelompok yang dapatmemanfaatkan
prakarsa kreatifnya. Dengan kondisi ini menyebabkan tingkat keberdayaan
peternak sapi perahpun menjadi rendah.
Fungsi pengembangan pelayanan
memiliki hubungan positif yang
nyatadengan keberdayaan peternak
sapi perah. Fungsi ini adalah fungsi koperasi di dalam meningkatkan pelayanan
kepada anggota dalam mendukung keberhasilan usaha beternak sapi perah.Fungsi
koperasi di dalam pengembangan pelayanan, rata-rata cukup terutama di dalam hal
pelayanan sarana produksi, pelayanan IB dan kesehatan ternak dan pelayanan penampungan
dan pemasaran susu. Hal ini cenderung baru menyentuh pada pada pencapaian keberdayaan
peternak sebagai pemelihara ternak yang sudah tergolong cukup, sedang dalam
perannya sebagai manajer dan individu otonom masih tergolong rendah.
a.4. Alamat Pos Penampungan/TPK
Tempat Penampungan koperasi Blarang 1, beralamtkan di Dusun
Krajan, Desa Blarang,
kecamatan Tutur, kabupaten Pasuruan.
a.5. Jumlah Anggota
Jumlah anggota yang ada di tpk Blarang 1 yaitu berjumlah 91 anggota. Yang terdiri
dari 4 kelompok antara lain:
1.
Kelompok
1 berjumlah 60
2.
Kelompok
2 berjumlah 31
a.6. Jumlah Produksi Susu Dalam TPK
KELOMPOK
|
PAGI
|
SORE
|
1 dan 2
|
± 1150
|
±
750
|
a.7. Peralatan Yang Tersedia
Alat yang digunakan di penampungan
yaitu gelas sampel, solut tester, kain penyaring, cooling unit, gelas solut,
lacto desimeter, ember takaran, sendok, sikat pembersih, dll.
a.8. Hambatan
Hampir semua kegiatan yang kami
lakukan selama PKL, kami tidak mengalami hambatan apapun, sehingga kami merasa
sangat menikmati pekerjaan itu.
b. Kegiatan Laboratorium
b.1. Fungsi Laboratorium
·
Uji Susu Dengan Menggunakan Lacto
Scan,
·
Uji Pemalsuan Gula
·
Uji Antibiotik
·
Uji MBRT
·
Uji Karbonat
b.2. Kegunaan Laboratorium
Dari fungsi laboratorium, kita bisa mengetahui kegunaan dari laboratorium
tersebut, yakni:
·
Uji Susu Dengan Menggunakan Lacto
Scan, pengujian susu dengan cara ini kita bisa mengetahui dengan otomatis
kandungan dari susu tersebut, diantaranya: Fat, Density/BJ, SNF, Lactose,
Solids, Protein, Kadar Air, Temperatur, dan Titik Beku susu dengan akurat.
·
Uji Pemalsuan Gula, pengujian susu
dengan cara ini bertujuan agar terhindar dari pemalsuan susu yang di campur
dengan gula, penggunaan gula dalam hal ini bertujuan agar BJ susu lebih tinggi
dan terhindar dari penolakan di pos penampungan.
·
Uji Antibiotik, pengujian susu
dengan cara ini bertujuan untuk mengetahui adanya kandungan antibiotik(ab)
golongan Beta Lactam yang bisa di gunakan di tingkat koperasi untuk pelayanan
kesehatan hewan, seperti antibiotik Penicilin dan Tetracylin.
·
Uji MBRT, pengujian susu dengan cara
ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan dan pertumbuhan bakteri dalam
satuan waktu.
·
Uji Karbonat, pengujian susu dengan
cara ini bertujuan untuk mengetahui pemalsuan susu yang di campur dengan bahan
asing seperti karbonat (soda kue), dalam hal ini penggunaan bahan tersebut
berfungsi untuk memalsukanb susu yang pecah agar menjadi tidak pecah.
b.3. Kondisi Laboratorium
Kondisi
pada laboratorium harus steril dan bersih, sehingga apabila kondisi itu
terjadi, maka akan tercipta suasana yang nyaman.
BAB IV PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Dari
pelaksanaan PKL yang di lakukan selama 10 hari, banyak hal yang kita dapat dari
pelaksanaan pkl tersebut, seperti:
1.
Susu merupakan bahan
pangan yang mudah rusak, sehingga semua prosedur dalam melakukan pemerahan harus di jalankan dengan
baik.
2.
Untuk mengetahui
kualitas susu yang baik dilakukan uji organoleptik, Bj, suhu, Fat dan SNF.
3.
Pelaksanaan pkl dalam bidang agribis
adalah hal yang perlu sekali, mengingat Nongkojajar merupakan salah satu
penghasil produk dalam bidang ini yang sangat bagus, salah satunya susu sapi.
4.
Pelaksanaan pkl yang dilakukan saat
ini, akan menambah wawasan kita tentang dunia kerja.
4.2. Saran
1.
Diharapkan dalam penerimaan susu,
para anggota hendaknya lebih disiplin lagi, mengingat susu adalah bahan yang
mudah rusak..
2.
Diharapkan setiap produk susu agar yang di setorkan, tidak di campur dengan bahan
asing.